BAB 2 - Tutorial Menyiapkan Server Debian 10 di VirtualBox - TeachMeSoft

BAB 2 - Tutorial Menyiapkan Server Debian 10 di VirtualBox

BAB 2 - Tutorial Menyiapkan Server Debian 10 di VirtualBox

Capaian dan Indikator


1. Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat :
  1. Mengenal Sistem operasi (SO) Debian Server
  2. Mengetahui cara menggunakan SO Debian Server
  3. Menetahui cara instalasi aplikasi-aplikasi server yang terdapat pada SO Debian Server

2. Indikator

  1. Mahasiswa mampu mengenal Sistem operasi (SO) Debian Server
  2. Mahasiswa mampu Mengetahui cara menggunakan SO Debian Server
  3. Mahasiswa mampu Menetah ui cara instalasi aplikasi-aplikasi server yang terdapat pada SO Debian Server

Uraian Materi


➜ Login ke sistem (via terminal only)

Dalam linux, user dibagi menjadi dua. Ada User biasa, dan ada juga Super User yg disebut "root". Atau dalam windows, kita kenal dengan "Administrator".  Untuk melakukan konfigurasi yg menyangkut sistem, maka kita membutuhkan Hak Akses Penuh (Superuser). Jika kita masih user biasa, maka bertandakan "$". Dan jika kita sudah root, maka ditandakan "#".

Skema Praktikum
Skema Praktikum Server Debian


a.   Quick Way
Untuk cara cepatnya, tinggal tambahkan perintah "nano" sebelum perintah selanjutnya.
debian:~$  nano /etc/network/interfaces
Hasilnya
Quick Way - Konfigurasi cepat


b.   Safety Way
debian:~$ su
password: (isikan passwd untuk root)
akan tampil seperti berikut
debian:~$ su
sandi:
debian:/home/imam#


➜ Konfigurasi Ip Address

Terlebih dahulu, pastikan Ethernet sudah terpasang dikomputer. Di linux, Interface Ethernet pertama  disebut "Eth0" atau "enp0s3". adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
Konfigurasi dulu network adapter di VirtualBox ➜ Klik "Settings" ➜ Pilih "Network" ➜ pada tab "Adapter 1" dan aktifkan "Adapter 2" konfigurasikan seperti gambar berikut.
Menyiapkan dan menambah adapter
Adapter 1 ini akan digunakan sebagai interface Ethernet dari internet dan Adapter 2 akan disambungkan ke komputer client contoh PC/laptop kita. Dengan konfigurasi diatas kita telah menyambungkan kabel secara virtual. Selanjunya ikuti tahapa dibagian b. Safety Way.
  • a.   Quick Way (Cara Cepat) 
    debian:~# ifconfig eth0 192.168.10.1 netmask 255.255.255.0 up
    
    atau
    debian:~# ifconfig enp0s3 192.168.10.1 netmask 255.255.255.0 up
    
    tergantung adator ethernet anda bernama eth0 atau enp0s3. Kelemahanya, jika komputer direstart, maka konfigurasi di atas akan hilang (A.K.A"Sementara").
  • b.    Safety Way
    File konfigurasinya terletak di direktori "/etc/network/interfaces". 
    Kemudian edit dengan nano, vi, atau vim.
    debian:/home/imam# nano/etc/network/interfaces
    
    Dan tambahkan Ip Address seperti gambar di atas. Untuk menyimpan, tekan tombol tombol [ ctrl ] + [ O ].K
    emudian tekan tombol [ Enter ], untuk keluar tekan tombol [ ctrl ] + [ X ].
    Keterangan: tanda pagar "#" adalah simbol untuk komendar jadi script yang diawalai dengan simbol "#" adalah komentar yang tidak akan di eksekusi.

Restart Network

Setelah konfigurasi interfaces selesai disimpan, restart network dengan perintah berikut
debian:~# /etc/init.d/networking restart
Jika anda belum melakukan perintah ini maka ip anda tidak akan berubah.


Lihat hasil konfigurasi.

Setelah melakukan restart network. Periksa apakah ip telah berubah atau tidak, dengan mengetikan perintah berikut
debian:~# ip address
atau
debian:~# ip a
Setelah menekan tombol [ Enter ] akan muncul tampilan berikut

Tampilan perubahan ip dan adaptor
Jika interface sudah masuk seperti diatas, berarti berhasil. Garisbawah berwarna  merah  merupah IP DHCP yang didapat saat kita terkoneksi ke internet, sedangan garis bawah berwarna  kuning  merupaka IP STATIC yang telah kita konfigurasi di interfaces.


➜ Merubah Nama Host (komputer)

Merubah nama host, ini berfungsi untuk nama komputer kita pada jaringan lokal, agar dapat dikenali. Ketikan perintah berikut untuk melakukan perubahan nama host.
debian:~# nano /etc/hosts
Akan tampil seperti berikut.
Merubah nama host
Lakukan perubahan sesuai keinginan atau seperti gambar berikut.
Perubahan nama host
Tekan tombol [ Ctrl ] + [ O ] , kemudian tekan [ Enter ] untuk menyimpan. Tekan tombol [ Ctrl ] + [ X ] untuk keluar. Anda juga bisa menambahkan HOST-nya, dibelakang Ip Address.
Menambah nama host
Namun ditutorial ini saya tidak menambahkan nama host.


➜ Menambahkan DNS

DNS akan dibahasa lebih lanjut pada BAB - 5 mengenai DNS. Disini hanya sekedar pengenalan. Untuk bisa konek ke Internet, maka kita perlu menambahkan DNS yg kita dapat dari ISP.  Ketikan perintah berikut.
debian:~# nano /etc/resolv.conf    
Akan tampil seperti berikut
Nameserver
Dan tambahkan seperti berikut (sesuaikan dengan jaringan Anda).

Menambah nama domain dan ip nameserver


Konfigurasi Repositori

Repositori ini fungsinya, agar kita dapat menglnstall paket 2 software pada debian. Misalnya via CD, FTP, HTTP dll. Untuk file konfigurasinya terletak di "/etc/apt/sources.list".
debian:~# nano /etc/apt/sources.list

Konfigurasi Repositori

Kemudian beritanda "#" untuk disable, pada source yg dirasa tidak perlu. Misal, disini saya tidak  terkoneksi ke Internet, maka saya hanya membutuhkan source dari CD saja. Maka saya memberi tanda "#" pada semua source, kecuali dari CD-ROM. Karena kita menggunakan instalasi Debian
335 MB maka untuk instalasi paket memerlukan koneksi internet dan ketika kita masuk ke direktori "/etc/apt/sources.list" sudah otomatis tampil konfigurasi seperti gambar diatas.
Setelah itu Update daftar paketnya.
debian:~# apt-get update
Akan tampil seperti gambar beirkut
Tampilan apt-get update


➜ Test Koneksi

Konfigurasi dulu IP client pada adapter VirtulaBox Host-Only Network #2. Adapun caranya sebagai berikut:
  • Buka Control Panel pada Windows ➜ Pilih "Network and Internet" ➜ Pilih "Network Connections".
    Konfigurasi IP client pada adapter VirtulaBox Host-Only Network #2
  • Klik kanan pada adapter VirtulaBox Host-Only Network #2 ➜ Klik "Properties".
    Properties pada adapter VirtulaBox Host-Only Network #2
  • Pada tab Networking, double klik pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).
    double klik pada Internet Protocol Version 4
  • Isi IP seperti gambar berikut ➜ Klik "OK".
    mengatur Ip, Subnetmask, default gateway dan DNS

Sekarang clien telah memiliki IP.  lakukan Test konektivitas/ tes ping.
  1. Test konektivitas dari Server Debian (192.168.10.1)  ke Client (192.168.10.2). Ketik perintah "ping 192.168.10.2" di terminal debian server, jika tampil seperti berikut maka test konektivitas berhasil.
    Test konektivitas server ke client
  2. Test kenektivitas dari Client ke Server Debian. Ketik perintah berikut pada CMD windows. "ping 192.168.10.1", akan tampil seperti berikut.
    Test konektivitas dari client ke server


Client merupakan PC/ Laptop yang kita gunakan, sedangkan Server Debian adalah Debian yang telah kita install dan konfigurasi di VirtualBox.

Latihan


Anda diminta untuk mengkonfigurasi SO Debian server dengan ketentuan:
  1. lakukan konfigurasi alamat repositori
  2. lakukan konfigu rasi IP address
  3. lakukan konfigurasi nama host
  4. lakukan konfigurasi DNS


PERHATIAN!!!
Bagi teman-teman yang mengalami Kegagalan atau error pastikan teman-teman sudah mengikuti per BAB secara bertahap. Dikarenakan setiap bab memiliki tahapan-tahapan yang tidak boleh dilewati.




Disqus comments