Media Transmisi - TeachMeSoft

Media Transmisi




 Daftar Isi

1. Pendahuluan
2. Circuit
    ↪ 1. Pengantar Dua Kawat
    ↪ 2. Rangkaian Penghantar Dua Kawat
    ↪ 3. Pemilihan Dua Kawat atau Empat Kawat
3. Channel
4. Line dan Trunk
5. Virtual Circuit
6. Media Transmisi
7. Media Transmisi Guided
    ↪ 1. Kabel Tembaga
    ↪ 2. Twisted Pair
    ↪ 3. Kabel Coaxial
    ↪ 4. Serat Optik
8. Media Transmisi Unguided
    ↪ 1. Gelombang Elektromagnet
    ↪ 2. Spektrum Frekuensi Radio
9. Mode Perambatan Gelombang Elektromagnetik
10. Perambatan Gelombang Radio
    ↪ 1. Ionosphere
    ↪ 2. Gelombang RadioMikro
11. Sistem Komunikasi Satelit
12. Konstruksi dan pemasangan Kabel
    ↪ 1. Pengertian
    ↪ 2. Membedakan kabel
    ↪ 3. Menentukan Daerah/Blok
    ↪ 4. Pekerjaan Instalasi Kabel Udara
    ↪ 5. Persiapan Alat Perkakas
    ↪ 6. Pelaksanaan Penarikan
13. Rangkuman
14. Soal Latihan





 1. Pendahuluan 


Ada dua hal yang harus dipenuhi supaya mendapatkan akses komunikasi. Hal yang pertama adalah adanya kesamaan dalam pemahaman antara pemancar dan penerima. Bagian pemancar dan penerima harus mempunyai bahasa yang sama, hal ini tidak memperdulikan apakah hal tersebut dalam betuk text, voice, gambar maupun kodekode tertentu. Apabila antara pemancar dan penerima tidak menggunakan bahasa yang sama maka keduannya tidak akan dapat menyampaikan pesan yang akan kirimkannya. Dengan adanya masalah tersebut maka antara kedua titik tersebut tidak akan terjadi komunikasi. Dalam beberapa kasus yang terdapat pada sistem komunikasi, beberapa penerima sudah dilengkapi dengan penterjemah bahasa atau kode yang disampaikan oleh pemancar. Penterjemah tersebut dapat berupa perangkat lunak maupun perangkat keras. Dengan adanya penterjemah tersebut maka antara pemancar dan penerima dapat melakukan komunikasi. Dengan uraian tersebut diatas maka dapat dikatakan bahwa arti pemahaman yang sama antara pemancar dan penerima adalah bukan pada kode atau data yang berbeda, tetapi lebih diutamakan pada adanya kesesuaian maksudnya (understandability). Hal yang kedua adalah kemampuan untuk mengetahui adanya kesalahan serta cara memecahkan kesalahan tersebut pada saat terjadi pengiriman data. Kesalahan seperti ini biasanya disebabkan oleh derau yang timbul saat terjadi pengiriman pada sebuah media transmisi. Jika komunikasi antara kedua sistem tersebut mengalami kesalahan, dan penerima tidak memperbaikinya maka yang akan timbul adalah kesalahan atau kerusakan informasi. Dengan adanya kerusakan informasi maka yang terjadi adalah adanya data sampah yang tidak berguna atau bahkan dapat merusak suatu sistem yang lain. Penerima yang baik akan dapat mendeteksi adanya kesalahan yang terjadi dan kemudian memperbaikinya menjadi data yang benar. Cara memperbaiki kesalahan atau kerusakan data adalah dengan cara memperbaiki data tersebut dengan filter atau meminta data kembali dari pengirim sebagai mengganti data yang telah rusak. Kesalahan dalam pengiriman biasanya banyak terjadi pada sistem komunikasi analog. Pada komunikasi yang menggunakan data digital biasanya kesalahan atau kerusakan yang timbul sangat kecil. Kesalahan atau kerusakan informasi yang telah diuraikan diatas merupakan kerusakan dalam sistem komunikasi yang dapat dihilangkan ataupun dibuat sekecil-kecilnya. Dengan ketidak adanya kerusakan informasi, maka komunikasi akan dapat terjadi dengan baik. Untuk dapat melakukan komunikasi dengan kesalahan atau kerusakan yang kecil atau bahkan nol, maka sistem komunikasi sangat perlu direncanakan dengan sebaikbaiknya terutama pada pemilihan media transmisi yang sesuai dengan data yang dikirim. Ada lima bagian penting pada media transmisi yang perlu diketahui yaitu: circuit, channel, line, trunk, dan virtual circuit, dimana kelima hal tersebut dapat dijelaskan dibawah. Berikut ini akan menguraikan bagian-bagian jalur transmisi secara detil.



 2. Circuit 


    ↪ 1. Pengantar Dua Kawat
    ↪ 2. Rangkaian Penghantar Dua Kawat
    ↪ 3. Pemilihan Dua Kawat atau Empat Kawat

Circuit merupakan suatu jalur yang secara fisik menghubungkan antara dua titik sistem komunikasi atau lebih. Dalam menghubungkan titik-titik komunikasi tersebut dapat dilakukan secara elektrik melalui media kawat tembaga maupun secara optik dengan menggunakan cahaya. Titik tersebut berupa port yang menghubungkan sebuah komputer, switch, multiplexer, ataupun perangkat lainnya. Pada sebuah circuit tersebut akan terjadi pertukaran data maupun informasi antara titik sesuai dengan fungsi dan tujuan masing-masing. Misalnya pada sebuah rangkaian telephone sederhana, dimana rangkaian tersebut akan menghubungkan antara telephone satu dengan yang lain. Rangkaian telephone ini digunakan untuk mempertukarkan voice atau suara maupun data informasi lain. Pada sistem komunikasi ada dua jenis circuit yang biasa digunakan yaitu: komunikasi dengan penghantar dua kawat dan empat kawat


1. Pengantar Dua Kawat

Pengantar dua kawat merupakan merupakan komunikasi dua kawat yang terisolasi sehingga tidak akan terjadi hubung singkat antara keduanya. Satu kawat digunakan untuk transmisi infor-masi, dan kawat yang lain sebagai ground sesuai rangkaian kelistrikan. Pengantar dua kawat secara umum digunakan pada komunikasi analog lokal, dimana hubungan pelanggan pada suatu titik langganan itu dapat diakses ke dalam jaringan. Gambar 5.1 dibawah menunjukan sebuah contoh dari suatu pengantar dua kawat.




2. Rangkaian Penghantar Dua Kawat
Penghantar pada rangkaian empat kawat mempunyai dua pasang kawat yang terisolasi. Dua set dari jalur transmisi merupakan jalur yang searah, sedangkan satu jalur pada masing-masing arah dan satu jalur untuk melengkapi rangkaian listrik. Rangkaian empat kawat digunakan pada komunikasi yang jarak antara titik-titik terakhir memerlukan isyarat yang diperkuat pada waktu tertentu. Sebagai contoh, empat rangkaian kawat disambung pada berbagai saklar untuk membangun jaringan PSTN. Rangkaian empat kawat juga digunakan dijalur sewa, di mana pelanggan bisa menghubungkan lokasi yang dimilikinya dengan jarak yang cukup jauh. Selain itu semua rangkaian komunikasi digital menggunakan rangkaian empat kawat.


Pada sistem komunikasi rangkaian empat kawat terdapat dua jenis yaitu: rangkaian empat kawat yang secara fisik terpisah sehingga terlihat kawat sebanyak empat buah dan rangkaian empat kawat yang secara fisik hanya terlihat dua kawat. Dalam rangkaian komunikasi empat kawat terpisah karena dalam kawat tersebut terdapat pemisahan jalur frekuensi. Jalur frekuensi tersebut adalah separuh bidang frekuensi membawa untuk memancarkan informasi, dan selanjutnya yang separuhnya akan membawa untuk menerima informasi.

3. Pemilihan Dua Kawat atau Empat Kawat
Karena jarak komunikasi biasanya sangat jauh, maka dalam jaringan komunikasi dirancang untuk membawa data isyarat yang jauh pula, sehingga jaringan ini memerlukan piranti yang dapat memperbaharui signal yang telah mengalami pelemahan. Pelemahan ini biasanya pada isyarat-isyarat tertentu saat sinyal dalam perjalanan. Piranti ini disebut penguat ulang atau repeater. Penguat akan menaikkan tegangan isyarat yang mengalami pelemahan sesuai daya yang asli. Adanya penguat tersebut maka sinyal isyarat akan dapat melanjutkan perjalanan ke jaringan yang dituju. PSTN merupakan komunikasi tradisional yang umumnya menggunakan kawat tembaga. Pada kawat tembaga, data isyarat akan mengalami pelemahan yang dikarenakan oleh tahanan jenis pada logam tembaga. Adanya tahanan jenis tersebut maka dalam sistem komunikasi yang menggunakan kawat tembaga ada suatu batasan jarak tertentu antara penguat satu dengan penguat berikutnya. Batasan jarak antara penguatpenguat tersebut pada umumnya sekitar 6.000 kaki. Adanya batasan tersebut maka dalam membangun jaringan komunikasi dengan media kawat tembaga perlu mempertimbangkan jarak tersebut.







 3. Channel 


Channel atau saluran merupakan suatu yang menggambarkan sebuah jalur percakapan yang logis, dimana bidang frekuensi , ruang waktu, atau panjang gelombang dialokasikan pada percakapan tunggal. Dalam sebuah sistem telekomunikasi, saluran merupakan suatu jalan yang digunakan pada saat terjadi komunikasi. Dalam telekomunikasi memungkinkan adanya saluran ganda, dimana saluran ganda ini akan meningkatkan dukungan terhadap suatu rangkaian itu sendiri. Dalam telekomunikasi orang cenderung mengacu pada saluran (channel) dibandingkan dengan menyebut banyaknya rang-kaian. Hal ini dapat disebabkan karena dalam satu rangkaian baik yang menggunakan 2 kawat maupun empat kawat bisa terdapat lebih dari satu channel.



 4. Line dan Trunk 


Line dan trunk pada
dasarnya merupakan hal yang
sama, tetapi keduanya digunakan
pada situasi yang berbeda. Line
merupakan sambungan yang
diatur untuk mendukung suatu
pemanggilan normal, mengisi,
memuat yang dihasilkan
seseorang. Trunk merupakan
rangkaian yang diatur untuk
mendukung beban-beban
pemanggil yang dihasilkan oleh
sekelompok pemakai. Trunk
berupa fasilitas transmisi yang
bersama-sama dalam menswitch
sistem. Switching system adalah
suatu alat yang menyambungkan
dua jalur transmisi. Ada dua
kategori umum tentang switching
system yang digunakan dalam
sistem telekomunikasi:
• CPE switches (Customer
Premises Equipment)
merupakan bentuk switch yang
umum digunakan dalam
peralatan dan bangunan
pelanggan. Biasanya CPE ini
menggunakan private branch
exchange (PBX), dimana
piranti ini sering disebut suatu
private automatic branch
exchange (PABX). PBX
digunakan untuk menentukan
koneksi antara dua titik. Piranti
tersebut digunakan untuk
membuat koneksi-koneksi
antara telepon-telepon yang
bersifat internal dalam suatu
organisasi. Selain itu
digunakan juga untuk
membuat koneksi antara
jarinagn internal dan dunia luar
(PSTN).
• Network switches secara
hirarki terdiri dari saklar-saklar
jaringan yang dapat
meningkatkan penyambungan
pada waktu tertentu, dan
saklar tersebut disesuaikan
dengan apa yang akan
dilakukan oleh saklar tersebut,
dimana semua tergantung
pada kedua titik
persambungan saklar tersebut.


Pada lingkungan pelanggan PSTN, titik pertama dapat diakses secara lokal yang juga dikenal sebagai Class 5 atau hal ini merupakan sebagai kantor atau kantor pusat. Pada komunikasi tradisional (electromechanical) pensaklaran lokal yang mampu ditangani adalah satu atau lebih pensaklaran, dengan tiap-tiap pensaklaran mampu menangani sampai dengan 10,000 bentuk langganan, yang dinomori mulai dari 0000 sampai 9999. Saklar elektronik, tersedia sejak tahun 1980, mampu menangani sampai dengan 50,000 langganan. Satusatunya jenis panggilan pada pensaklaran lokal yang dapat menangani dirinya sendiri, tanpa menyentuh saklar yang lain dalam jaringan pada penomoran pensaklaran lokal yang sama tersebut. PSTN melakukan switching lokal sehingga dapat berhubungan membentuk suatu hirarki. Suatu pensaklaran lokal dapat memanggil titik lain yang berada pada jarak 16 km. Dimana penggilan tersebut dengan suatu nada yang mengkodekan nomer telepon dari suatu pensaklaran lokal yang berbeda. Koneksi antara dua pensaklaran yang berbeda tersebut tercapai melalui kedua bagian saklar yang disebut hirarki tandem switch atau disebut juga dengan sambungan simpangan. Tandem switch digunakan untuk melakuan sambungan pertukaran lokal pada daerah metropolitan. Pada saat akan membuat sambungan telepon interlokal, pusat pensaklaran lain akan melakukan permintaan ke dalam pusat yang juga disebut kantor Class 4, transit switch, atau trunk exchange. Pusat panggilan akan bertanggung jawab untuk membuat dan melengkapi komunikasi interlokal tersebut. Hirarki yang tertinggi adalah gerbang internasional, dimana pensaklaran dirancang untuk membuat sambungan panggilan antara negara-negara yang berbeda. Trunk disediakan untuk melakukan sambungan antara saklar-saklar di dalam PSTN, antara pelanggan yang memiliki PBX, atau antara PBX dan PSTN.


 5. Virtual Circuit 


Sekarang ini peningkatan pelanggan komunikasi yang sangat besar maka diperlukan paket switcing, dimana banyak jaringan yang menggunakan virtual circuit. Hal ini berbeda dengan rangkaian yang secara fisikdapat dilihat dengan awal dan diakhiri oleh sebuat titik sambungan, virtual circuit adalah satu rangkaian koneksi logika antara piranti pengirim dan penerima. virtual circuit merupakan sebuah koneksi antara dua piranti yang secara langsung, tetapi sesungguhnya terdiri atas bermacam-macam rute yang berbeda. Rute-rute tersebut akan berubah setiap waktu, dan rute selanjutnya tidak belum tentu rute yang baik. Koneksi ini digambarkan masukan-masukan tabel dalam piranti paket pensaklaran. Suatu koneksi dibentuk setelah dua piranti tersebut melakukan persetujuan pada parameter penting pada pemeliharaan koneksi komunikasi serta bagaimana cara menyediakan kinerja yang tepat untuk aplikasi yang mendukung mereka. Virtual circuit merupakan istilah yang sebagian besar digunakan untuk menguraikan koneksi antara dua host dalam sebuah jaringan paket switching, dimana host keduanya dapat berkomunikasi seolah-olah mereka sebuah koneksi yang mempunyai tujuan, meskipun paket tersebut bisa mengambil rute yang sangat berbeda untuk sampai di tujuan mereka.



 6. Media Transmisi 


Media transmisi adalah suatu jalan yang secara fisik bersambungnya komputer, alatalat komunikasi, ataupun orangorang disebuah jalan raya dan jalan-lintas super informasi. Masing-masing media transmisi memerlukan perangkat keras jaringan yang khusus dan harus kompatibel dengan media tersebut. Pada media transmisi, getaran sinyal pembawa itu harus disampaikan dari pemancar kepada penerima. Proses penyampaian ini harus dilakukan melalui jalan raya atau media transmisinya. Hal ini bisa juga dianalogikan pada sebuah mobil truk yang tak akan dapat berjalan tanpa adanya jalan raya atau sebuah kapal yang tak akan dapat berjalan tanpa ada lautnya. Dalam hal penyampaian getaran maka jalan rayanya disebut media transmisi dan getaran pembawa termodulasi merambat (propagate) dalam media transmisi. Di dalam media ini rambatan pembawanya disebut sebagai gelombang pembawa.




Media transmisi untuk
menyampaikan sinyal gelombang
elektromagnetik dibedakan
menjadi dua yaitu Guided dan
Unguided. Pada media guided,
gelombang elektromagnetik
dipandu dari transmitter menuju
receiver dan media transmisinya
secara fisik dapat dilihat secara
langsung. Media guided misalnya:
kabel tembaga twisted pair, kabel
coaxial, serat optik dan lain-lain.
Contoh media diatas merupakan
media transmisi yang dapat
dipegang maupun dilihat secara
langsung. Lain halnya dengan
media unguided yang tidak
memerlukan kabel sebagai
penghantarnya. Media unguided
berupa gelombang radio yang
tidak bisa dilihat oleh mata.
Karakteristik suatu
transmisi data ditentukan oleh dua
hal yaitu karakteristik media
tranmisi dan karakteristik sinyal
komunikasi. Untuk media transmisi
unguided, karakteristik transmisi
lebih ditentukan oleh kwalitas
sinyal yang dihasilkan oleh antena
transmisi dibandingkan oleh
medianya sendiri. Faktor-faktor
dalam sistem telekomunikasi yang
berkaitan dengan media transmisi
dan sinyal dan sangat menentukan
data rate dan jarak antara lain:
ƒ Bandwith, selama faktor lain
mempunyai nilai konstan,
maka semakin besar bandwith
sebuah sinyal komunikasi,
akan semakin besar rate data
yang diperolehnya.
ƒ Gangguan transmisi,
Gangguan seperti attenuasi
akan membatasi jarak. Pada
media transmisi guided,
biasanya kabel twisted pair
lebih sering mengalami
gangguan apabila
dibandingkan dengan kabel
coaxial dan kabel coaxial akan
lebih sering mengalami  ganguan dibandingkan dengan
fiber optik.
ƒ Interferensi, sinyal Interferensi
merupakan terjadinya sinyal
yang tumpang tidih dalam
sebuah band komunikasi
sehingga hal tersebut dapat
menghapuskan sinyal-sinyal
informasi. Interferensi biasanya
terjadi pada media unguided,
walaupun terjadi juga pada
media guided seperti pada
kabel yang berdekatan
sehingga medan magnetik
akan saling mempengaruhi.
ƒ Jumlah receiver, media guided
biasanya digunakan untuk
membangun suatu hubungan
antara titik, dimana pada kasus
tertentu titik tersebut akan
memunculkan atenuasi dan
distorsi.


 7. Media Transmisi Guided 

    ↪ 1. Kabel Tembaga
    ↪ 2. Twisted Pair
    ↪ 3. Kabel Coaxial
    ↪ 4. Serat Optik


Media transmisi guided yang sering digunakan untuk transmisi data adalah twisted pair, kabel coaxial dan serat optik. Dibawah ini akan dijelaskan lebih detail mengenai media transmisi tersebut.


1. Kabel Tembaga
Kabel tembaga merupakan sebuah kabel yang berpasangan dan yang banyak sekali yang mengunakannya khususnya pada kabel berpasangan untuk menghantar informasi dari pelanggan ke sentral. Pada umumnya frekuensi yang melewatinya adalah berupa frekuensi pembicaraan. Karena sinyal yang dibawanya adalah berupa arus bolak-balik dan arus searah sehingga karakteristik yang paling dominan sehingga perlu diperhatikan adalah redaman kabel dan perubahan phasa terhadap frekuensi . Dalam bagian ini hanya dibahas penggunaan kabel tem-baga untuk menyalurkan gelom-bang pembawa dengan frekuensi tinggi. Seringkali terjadi adanya keterbatasan sambungan kabel lokal dari sentral ke suatu tempat sudah habis, sedangkan pelanggan masih banyak yang meminta. Untuk melayani kebutuhan pelanggan maka penyedia jasa layanan telephone menggunakan sistem konsentrator kabel. dua pasang kabel tembaga di sediakan untuk menyalurkan beberapa kanal suara. Pada kedua ujung kawat tersebut ada sebuah multiplexer yang berfungsi menggabungkan beberapa sinyal suara tersebut, yang kemudian dikirimkan lewat kabel sesudah di perkuat oleh amplifier.



Frekuensi pembawa pada kabel tembaga biasanya l200 KHz yang dimodulasi oleh output multiplexer. Hal tersebut sangat jelas bahwa dengan frekuensi tinggi tersebut maka gelombang pembawa akan mengalami redaman kabel yang cukup besar. Untuk jarak yang cukup jauh diperlukan penguat ulang atau repeater yang dipasang ditengah perjalanan. Biasanya kapasitas sistem ini maksimal hanya 12 bandwith sinyal suara analog. Kabel tembaga juga sering digunakan untuk menghubungkan dua buah sentral menggunakan konsentrator. Biasanya kabel yang digunakan berdiameter lebih besar dari kabel untuk jaringan lokal. Untuk hubungan antara sentral, maka dapat juga digunakan penggabungan secara digital (PCM dengan datarate 2 Mbps) dengan kapasitas 30 kanal suara digital ( 64 KBPS ). Dengan kecepatan aliran bit sebesar 2 Mbps maka dibutuhkan repeater tiap 3 sampai dengan 4 km. Catu daya untuk repeater disalurkan melalui kabel yang sama dari terminal yang didekatnya. Dengan menggunakan konsentrator ini, maka kebutuhan kabel menjadi sangat berkurang, disamping itu pemeliharaan juga menjadi lebih sederhana.


2. Twisted Pair
Twisted pair merupakan media transmisi yang paling banyak digunakan dan murah harganya. Sebuah kabel twisted pair terdiri dari dua kawat yang disekat dan tersusun dalam suatu pola lilitan yang beraturan. Sepasang kawat yang dililitkan dapat digunakan sebagai jalur komunikasi tunggal. Biasanya beberapa pasang kawat (empat pasang) dibundel menjadi satu kabel dengan cara dibungkus dengan bungkusan yang keras terbuat dari karet.



Pada jarak yang sangat jauh, lilitan yang ada pada kawat tembaga tersebut meningkatkan interferensi silang diantara kawat yang saling berdekatan. Besar frekuensi spektrum pada sambungan telephone yang menggunakan kabel twisted pair maksimum besarnya sekitar 1MHz. Standar terbaru untuk broadband DSL yang juga menggunakan kabel twisted pair yang bisa sampai sebesar 2,2 MHz. Kehilangan pada saat translasi data menjadi bps diukur berdasarkan data yang dikirimkan, atau kapasitas saluran pada kabel twisted pair dapat menyediakan kecepatan 2 Mbps sampai 3 Mbps pada spektrum frekuensi 1 MHz.

Tetapi hal ini berbanding terbalik antara jarak dan data rate tersebut direalisasikan. Pada jarak yang sangat jauh, akan membawa pengaruh yang besar terhadap kesalahan dan kerusakan sinyal informasi. Pada kecepatan data tinggi ada dua teknik yang biasa digunakan: jarak loop dapat diperpendek dan menggunakan modulasi sinyal yang baik.


3. Kabel Coaxial
Kabel coaxial adalah sebuah kabel yang terdiri dari satu kawat dengan inti terletak ditengah yang dibungkus secara berlapis oleh plastik, kawat screen, plastik, aluminium foil dan terakhir adalah lapisan plastik lagi (polyuthylene). Kabel antena TV adalah kabel coaxial. Digunakan kabel ini karena redamannya jauh lebih kecil dari pada kabel tembaga biasa. Kabel ini dipergunakan untuk gelombang yang membawa sejumlah kanal multiplexing besar. Kabel bawah laut juga menggunakan kabel coaxial untuk menyalurkan sampai 4000 kanal, dengan tiap kanalnya sebesar 3 KHz dengan lebar pita frekuensi adalah sebesar 30 MHz. Untuk perentangan didasar laut, maka kabel tersebut akan mengalami perenggangan yang cukup besar. Karena itu perlu diberikan tambahan daya regang dengan menggunakan satu atau dua lapisan kawat baja yang kuat sebagai pelindung.


Rangkaian penguat ulang
(repeater) sangat diperlukan untuk
kabel laut karena redaman yang
cukup besar dan jarak yang
panjang. Kesulitan pada kabel laut
adalah penempatan repeater dan
jarak antara repeater (10 km) hal
ini dikarenakan :
• Membutuhkan catuan yang
besar (dalam orde KV).
Kesulitan lain adalah
pemeliharaan jika terjadi
gangguan, misal tertabrak
kapal, binatang atau tekanan
air laut.
• Harus dibuat kuat sekali.
• Untuk efisiensi maka dalam
satu kabel 1dipasang lebih dari
satu coax, bisa saja sampai 10.
Atau dapat lebih lebih banyak
lagi. Contoh: kabel transatlantik
tahun 1976, kapasitas 400 @ 3
KHz bw, maks frek 28 MHz, 1
kabel dengan diameter 2.4 cm,
repeater terbuat dari transistor
berjarak 6 km.
Panjang kabel = 6400 km.



4. Serat Optik
Kabel optik adalah kabel yang intinya terbuat dari kaca dan mampu melalukan cahaya. Tebal kabel kaca antara 8.3 sampai 10 µm untuk jenis monomode dan 50 sampai 100 µm untuk jenis multi mode. Sedangkan pembungkusnya 125 µm. Bahan serat optik adalah bahan gelas dengan kemurnian sangat tinggi. Sedikit saja ada unsur asing, yang kecil sekalipun, akan menimbulkan hamburan yang mengakibatkan redaman.



Dua jenis bahan gelas yang umum dipakai adalah gelas silika dan boros silika. Sekarang bahan plastik sudah pula dipakai untuk inti serat optik. Beberapa serat Kabel optik dalam satu gulungan besar (isi minimal 6 serat). Serat optik mempunyai sifat sangat rapuh (mudah patah) oleh sebab itu harus diberi pelindung kabel untuk memperkuatnya. Pada tiap-tiap gulungan kabel dapat membawa fiber optik sampai 1 km panjangnya. Kabel serat optik pada prinsipnya berupa kabel yang digunakan untuk memandu atau melewatkan gelombang cahaya dalam bentuk bentuk yang jelas atau yang disebut mode. Mode menggambarkan suatu disteribusi dari energi cahaya yang melewati sepanjang serat tersebut. Ketepatan dari bentuk cahaya tersebut tergantung pada panjang gelombang cahaya yang ditransmisikan dan pada indeks bias yang dibentuk pada saat kondisi cahaya dikirimkan melalui serat tersebut.




Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa ada perbedaan antara serat optik multimode dengan singlemode. Pada singlemode mempunyai diameter inti yang sangat kecil sehingga hanya mampu membawa satu mode dimana pengiriman cahaya berupa garus lurus yang melalui inti. Pada serat optik multimode mempunyai diameter inti yang lebih besar sehingga cahaya yang dikirimkan akan membentuk sudut cahaya yang berbeda dan membentur dinding serat atau disebut dengan multimode. Untuk lebih jelasnya mengenai perambatan cahaya pada serat optik dapat dilihat pada gambar di bawah.


Gambar 5.12. Perambatan cahaya pada mode serat optik yang berbeda

Cahaya ditimbulkan pada ujung pengirim dan diterima pada ujung terima. Sinyal ditumpangkan pada cahaya dengan sistem modulasi intensitas. Jika tegangan sinyal tinggi maka cahaya akan lebih terang. Cahaya tersebar selama perjalanannya, semakin tebal serat kaca semakin tersebar cahaya dalam perjalanannya (dispersi). Disamping itu kecepatan rambat cahaya juga semakin lambat jika kaca semakin tebal. Jika index bias kaca adalah rata-rata 1,5 m/s maka kecepatan rambat lurusnya adalah



Untuk berkas yang merambat dengan sudut pantul 75o maka kecepatan rambatnya berkurang lagi menjadi 2.108 cos 75° m/s . Panjang gelombang cahaya yang digunakan berada pada daerah infra red dengan panjang gelombang 0.8 nm, 1.3 nm atau 1550 nm. Fiber optik dapat membawah informasi suara sampai 40.000 VBW atau sinyalsinyal digital video dalam jumlah yang cukup besar.





Output pemancar adalah 0 dBm dan minimal power dipenerima -37 dBm. Sebelum masuk pada detektor cahaya diperkuat dulu dengan amplifier optik sebesar 30dB. maka yang boleh hilang ditengah jalan adalah 30 + 37 dB sehingga menjadi 67dB. Kehilangan power terjadi beberapa hal yang dikarenakan adanya beberapa permasalahan seperti dapat dilihat pada tabel di bawah. Keuntungan peggunaan serat optik yang lain adalah dalam penggunaan serat optik akan terbebas dari sinyal interferensi gelombang radio. Karena gelombang radio tidak bergerak pada frekuensi optik.

Tabel 5.1. Pelemahan yang diakibatkan oleh serat optik







 8. Media Transmisi Unguided 


    ↪ 1. Gelombang Elektromagnet
    ↪ 2. Spektrum Frekuensi Radio

Pada bagian berikut akan membicarakan masalah bandwidth yang digunakan pada media transmisi unguided, dimana bandwidth tersebut biasanya dibicarakan dalam bentuk spekrum elektromagnetik.

1. Gelombang Elektromagnet
Gelombang elektromagnetik
sekarang ini telah menjadi bagian
penting dalam teknologi modern
terutama pada komunikasi
nirkabel. Gelombang
eletromagnetik yang merambat
pada ruang bebas disebut dengan
gelombang radio/sinyal radio.
Gelombang elektromagnetik di
ruang bebas banyak mengalami
lingkungan yang tidak ideal.
Gelombang radio merupakan
gelombang yang digunakan untuk
mengoperasikan pancaran radio.
Bentuk-bentuk gelombang
elekromagnet antara lain:
Gelombang televisi, Cahaya, Sinar
x, gelombang panas, dan lain
sebagainya. Sinyal gelombang
elektromagnet mempunyai daya
tertentu dengan kecepatan tetap.
Gerak gelombang elektromagnetik
dinamakan dengan velocity
dimana kecepatan rambatan
adalah sekitar 300.000 km/detik.
Rambatan gelombang radio
bersifat tetap. Karena rambatan
gelombang elektromagnetik
sifatnya tetap, maka panjang
gelombang dapat dihitung.
Panjang gelombang ini sering
disebut dengan lamda (λ).
Hubungan besar frekuensi
yang dihasilkan oleh pemancar
serta kecepatan rambat dapat
digunakan untuk menghitung
panjang gelombang. Panjang
gelombang ini dapat digunakan
untuk menentukan antena.
Panjang antena untuk menangkap
gelombang elektromagnetik biasanya adalah ½ lamda, ¼ lamda, 1
lamda atau ¾ lamda. Untuk
mengetahui panjang gelombang
digunakan rumus sebagai berikut :



Gelombang elektromagnet dihasilkan oleh sebuah osilator. Gelombang elektromagnet dipancarkan ketika medan listrik pada osilator disambungkan pada antena pemancar. Karena gerakan medan listrik (E) menyatu dengan medan magnet (H), sehingga gelombang elektromagnetik dipancarkan ke udara bebas dalam bentuk sinyal bolak-balik berupa medan listrik dan medan magnet. Ketika dipancarkan, medan magnet ini berupa garis melintang (transverse), dan orthogonal. Medan magnet transverse dikirim ke ruang bebas dengan arah yang sama, sedangkan orthogonal merupakan medan listrik dan magnet membentuk sudut tertentu.

Ketika medan elektromagnetik mengenai sebuah antena penerima, maka medan elektro-magnetik akan diterima dalam bentuk yang sama seperti yang dihasilkan oleh osilator kecuali jika sinyal yang dipancarkan mengalami kerusakan. Gelombang elektromagnet dipancarkan dalam bentuk orthogonal, sehingga hal ini sangat penting digunakan untuk merancang antena. Jika seseorang dapat melihat arah muncul gelombang sinyal elektromagnet, mungkin akan dapat menentukan arah antena supaya tepat dengan pemancar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar sinyal polarisasi pada bidang antena.






Sinyal Polarisasi adalah arah dari vector medan listrik. Sinyal Polarisasi berupa sinyal vertical karena vector medan listrik kadang naik kadang turun. Pengiriman gelombang elektromagnetik oleh antena pemancar digambarkan sebagai berikut. Ketika ada benda yang jatuh pada permukaan air, maka akan terjadi gelombang yang ada disekitarnya. Begitu juga dengan gelombang elektro-magnetik akan bergerak dari sumbernya ke semua arah baik secara vertikal maupun horisontal. Untuk lebih jelasnya mengenai gambaran gelombang elektromagnetik yang bergerak dari sumbernya dalam bentuk polarisasi vertikal maupun horisontal dapat dilihat pada gambar 5.18.







Benda-benda seperti kayu, bangunan, pohon, besi dan lain sebagainya yang dilalui gelombang elektromagnetik dapat merubah jalannya gelombang tersebut. Benda-benda tersebut hanya bisa merubah gerak tanpa bisa menghentikan.



 2. Spektrum Frekuensi Radio


Ketika terjadi gerakan elektron-elektron, maka akan membangkitkan gelombang elektromagnetis yang dapat menyebar melalui ruang kosong yang ada disekitarnya. James Maxwell pertama kali meramalkan keberadaan masalah ini pada Bagian 5: Media transmisi 106 tahun 1865, dan kemudian Heinrich Hertz pertama kali menghasilkan dan mengamatinya pada tahun 1887. Sekarang ini semua komunikasi modern bergantung pada manipulasi dan pengendalian sinyal isyarat spekrum elektromagnetik. Spekrum gelombang elektromagnetik mencakup gelombang radio frekuensi rendah mulai dari 30 KHz, yang mempunyai panjang gelombang hampir dua kali garis tengah bumi Sampai frekuensi tinggi yang lebih dari 10 GHz, dengan panjang gelombang lebih kecil dibanding inti dari sebuah atom. Spekrum elektromagnetik tersebut digambarkan sebagai suatu kemajuan logaritmis, dimana skala meningkat sampai 10 kalinya. Gelombang elektromagnetik radio mempunyai batas frekuensi sendiri-sendiri, dan batas seluruh gelombang elektromagnet disebut dengan spektrum elektromagnet. Spektrum elektromagnetik meliputi daerah gelombang dengan frekuensi rendah sampai frekuensi tingi. Pada umumnya spektrum frekuensi radio yang merupakan gelombang elektromagnetik yang mempunyai range antara 1 MHz sampai 300 MHz. Pada industri sendiri mendefinisikan spektrum gelombnag radio antara 1 MHz sampai 1 GHz. Range antara 1-30 GHz disebut dengan microwave dan 30–300 GHz disebut dengan millimeter wave. Spektrum gelombang radio dibagi menjadi beberapa bagian seperti terlihat pada tabel 5.3 di bawah.

Tabel 5.2. Spektrum Gelombang elektromagnetik



Tabel 5.3. Spektrum frekuensi radio dan aplikasi-aplikasi



Pembagian band frekuensi tersebut di atas ditentukan oleh persetujuan internasinal melalui International Telecommunication Union (ITU). Setiap aturan telekomunikasi-telekomunikasi pada suatu negara mempunyai kebijakan-kebijakan dalam pemakaian frekuensi. Bidang frekuensi yang khusus untuk beberapa aplikasi tertentu dapat dilihat pada tabel 5.4 di bawah ini :


Tabel 5.4. Bidang frekuensi yang khusus untuk beberapa aplikasi










 9. Mode Perambatan Gelombang Elektromagnetik 


Mode perambatan atau propagasi sinyal gelombang elektromagnetik ada dua yaitu: LOS dan non LOS. Pada ruang bebas atau hampa gelombang elektromagnetik dipancarkan keluar dari sumbernya ke segala arah. LOS (line of sight) merupakan cara pemancaran gelombang secara garis lurus (segaris pandang). Penentuan LOS sangat dipengaruhi oleh lengkungan bumi. Jika antara penerima dan tinggi antena pemancar tidak segaris lurus maka penerima tidak bisa menerima sinyal radio. Model sederhana untuk menentukan jarak LOS yang bisa dilalui antara dua titik pancar terima. Penentuannya jaraknya adalah :



Sehingga



Radius r bumi kira-kira : 3960 mil, h tinggi antena dalam feet (5280 feet = 1 mil), d jarak antar pancar terima radio secara horisontal Sinyal gelombang radio dipengaruhi asmofir bumi. Karena atmosfir sifatnya mengikuti lengkungan bumi walaupun juga ditentukan oleh kepadatan dan ketinggian, maka untuk menyesuaikan hal tersebut digunakan 4/3 radius bumi. Persamaan di atas dapat dijelaskan dengan gambar di bawah ini :



Sehingga r = 5280 mil. dan



Gelombang elektromagnetik non LOS secara mekanis merambat tergantung dari besar operasi frekuensi nya. Pada VHF dan UHF perambatan indirect sering dilakukan. Selain itu misalnya : phone selular, pager, peralatan komunikasi militer. Kekurangan dari LOS adalah pada saat perambatan sering terjadi diffraction, refraction dan atau reflection. Keuntungan LOS adalah terbebas dari sky waves, troposphire waves dan ground waves. Sedangkan Kelemahan LOS merupakan keuntungan non LOS.







 10. Perambatan Gelombang Radio 


    ↪ 1. Ionosphere
    ↪ 2. Gelombang RadioMikro

1. Ionosphere
Radiasi atau pancaran gelombang ultravilolet yang berasal dari matahari akan mengionkan molekul-molekul pada atmosphere. Semakin mendekati bumi intensitas gelombang ultraviolet semakin kecil, hingga pada permukaan bumi tidak ada lagi atmosphere yang terionkan. Pada lapisan ionosphere ini terdapat banyak elektron bebas yang bergerak secara acak dan mungkin saja akan bersatu kembali dengan ion positifnya untuk menjadi atom netral. Khususnya untuk daerah didekat dengan permukaan bumi sehingga akan membentuk atmosphere padat, maka kejadian bersatu kembali elektron dan ion sangat besar. Tidak demikian halnya dengan lapisan ionosphere. Pada tempat yang sangat tinggi, atmosphere akan semakin renggang sehingga jumlah ion atau elektron bebas juga akan semakin sedikit sehingga konsentrasi ion juga kecil.



Dalam ionosphere terdapat lapisan–lapisan yang konsentrasi ionnya berbeda dan otomatis pada ketinggian yang berbeda pula.



Ionosphere hanya akan ada pada saat ada intensitas matahari. Biasanya terjadi pada siang hari dan sangat menurun pada malam hari. Sifat ionosphere adalah memantulkan gelombang yang datang dengan sudut tertentu dan pada frekuensi MF.



Gelombang radio akan mengalami redaman pada setiap pantulan sehingga kuat medan yang diterima berbanding terbalik dengan jarak yang dilaluinya. Semakin tinggi frekuensi radio yang digunakan maka effek lapisan ionosphere juga semakin berkurang. Pada bandwith atau pita frekuensi HF, VHF atau SHF maka gelombang radio akan langsung menembus lapisan ionosphere. Selain sinyal gelombang dipantulkan oleh ionosphere, permukaan bumi juga berperan memantulkan sinyal gelombang elektromagnetik. Dengan adanya pemantulan gelombang yang dilakukan oleh lapisan ionosphere dan permukaan bumi maka sinyal dapat disampaikan akan sampai pada jarak yang sangat jauh.




Perambatan gelombang dengan pantulan oleh lapisan ionosphere ini sangat tidak stabil, seringkali sinyal dapat diterima kuat, seringkali diterima dengan sangat lemah sekali. Ketidak teraturan ini dikenal dengan nama fading (fade out = hilang sama sekali). Perhitungan yang dipakai adalah probability sistem transmisi pada suatu media tertentu akan hilang sama sekali. Misalnya, jika dikatakan fading sebesar 40 dB, hal ini berarti kemungkinan terjadi fading terbesar 40 dB. dan probability terjadi hal terjelek adalah P= 10 – F/10. Fading ini dapat terjadi secara cepat dapat pula secara lambat tergantung pada gerak benda pemantulnya dalam hal ini lapisan ionosphere.



2. Gelombang RadioMikro
Gelombang radio mikro adalah berupa gelombang radio yang menggunakan frekuensi VHF s/d SHF. Karena tingginya frekuensi yang digunakan maka gelombang ini merambat lurus karenanya dikenal dengan nama pancaran LOS (Line of sight).


Gelombang radio mikro digunakan untuk membawa sinyal dari satu stasiun radio ke stasiun radio lainya dengan jarak sekitar 60–100 km. Kadang untuk kebutuhan di dalam kota dapat juga digunakan untuk jarak dekat. Pada gelombang mikro ini banyak terjadi gangguan seperti adanya masalah redaman karena hujan, redaman karena halangan (obstacle) ataupun redaman karena lapisan udara yang memantul sangat mempengaruhi kinerjanya. Sistem ini dapat membawa informasi digital dari 8 Mbps s/d 144 Mbps atau s/d 1920 VBW @ 64 Kbps. Untuk kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan di atas maka sistem gelombang mikro ini tidak effisien. Keterbatasan gelombang mikro adalah fading yang besar dan jarak yang dicapai tidak terlalu jauh karena harus berupa sinyal LOS.



 11. Sistem Komunikasi Satelit 



Pengertian satelit sebenarnya adalah benda angkasa yang mengelilingi sebuah planet, misalnya planit bumi mempunyai satelit alam yaitu Bulan. Dalam sistem telekomunikasi maka manusia menempatkan sebuah benda angkasa buatan yang diisi dengan perangkat radio. Benda ini digunakan sebagai repeater di angkasa.




Satelit buatan, yang diluncurkan manusia, akan bergerak mengelilingi bumi dengan perioda putar T sesuai dengan hukum Kepler. Orbit satelit adalah garis lengkung berderajat dua dengan salah satu fokusnya adalah pusat bumi. Kecepatan tempuh luas juring konstan. Pangkat dua perioda putar sebanding dengan pangkat tiga setengah sumbu panjang.

Dari hukum kepler ketiga didapat :



Dimana µ = 400.000 km3 /s2

Jika dipaksakan bentuk orbit harus
lingkaran maka



dimana R = jari2=6370 km. bumi
sedangkan h = jarak satelit emuka
bumi. Dengan mengambil T = 24
jam maka diperoleh harga h =
36.000 km, dan R+h=42.400 km
Untuk harga R + h yang lain dan
orbit berbentuk lingkaran maka
dapat diperoleh harga T sebagai
berikut:

dimana R = jari2=6370 km. bumi sedangkan h = jarak satelit emuka bumi. Dengan mengambil T = 24 jam maka diperoleh harga h = 36.000 km, dan R+h=42.400 km Untuk harga R + h yang lain dan orbit berbentuk lingkaran maka dapat diperoleh harga T sebagai berikut:

Tabel 5.5. Hubungan ketinggian satelit dan perioda putar



Satelit (geostasionary orbit) GSO dengan ketinggian 35780 km telah lama digunakan sebagai repeater komunikasi di angkasa. Satelit ini bergerak dibidang khatulistiwa dengan perioda putar 24 jam, sinkron dengan rotasi bumi. Dengan demikian maka satelit ini akan terlihat tetap dari satu titik dibumi. Tiap satelit GSO sebenarnya dapat meliput 1/3 bagian bumi. Pada prakteknya daerah liputan ini dipengaruhi oleh jenis antena yang dipakai di satelit. Kita mengenal liputan global ( 1/3 bumi) atau liputan spot (hanya sebagian kecil saja dari bumi yang diliputnya). besarnya liputan ini juga mempengaruhi power yang dipancarkan dan diterima oleh bumi. Jika liputannya global maka power yang diterima terbagi rata atas luas liputan. Masalah utama dari GSO ini adalah jaraknya yang jauh hingga dibutuhkan power pancar yang besar dan penerima yang mempunyai kepekaan yang tinggi, Di samping itu jarak yang besar juga menimbulkan masalah delay perjalanan gelombang.



Untuk mengatasi masalah tersebut, sekarang ini telah dioperasikan satelit Low Earth Orbit (LEO) ataupun Medium Earth Orbit (MEO) yang berjarak kecil

dan delay kecil. Kesulitan utamanya LEO atau MEO adalah perioda putarnya yang tidak sinkron dengan perioda rotasi bumi. Kekurangan perioda putar ini diatasi dengan menempatkan satelir LEO/MEO dalam suatu bentuk konstelasi yang terus bergerak dan meliput secara bergantian. Di samping itu ada komunikasi antara satelit untuk dapat terus melayani pemakainya.



Harga satelit GSO cukup mahal karena kapasitasnya besar dan kualitasnya harus sangat tinggi untuk menghadapi lingkungan di angkasa luar. Tetapi untuk menempatkan satelit tersebut maka kendaraan peluncurnya akan lebih mahal lagi dari pada harga satelitnya. Sebaliknya satelit LEO kapasitasnya tidak terlalu besar tetapi harus bekerja bersama dalam konstelasi banyak satelit. Umumnya, satelit LEO digunakan untuk komunikasi satelit bergerak.

Jumlah harga satelit yang disediakan dan harga kendaraan peluncurnya mungkin dapat lebih mahal dibandingkan dengan GSO. Tetapi jika diperhitungkan dengan investasi stasiun bumi, maka stasiun bumi LEO dapat dioperasikan dengan perangkat yang kecil saja dan antena juga tidak terlalu besar (sedikit lebih besar dari Hand phone ). Satelit dalam perjalanan hidupnya harus selalu dikendalikan dari bumi supaya kerja dan kedudukannya tidak menyimpang dari ketentuan. Untuk pengendalian diperlukan bahan bakar terutama pada saat satelit memasuki orbitnya. Selanjutnya satelit mengorbit pada lintasanya sesuai dengan koodinat yang telah ditetapkan. Untuk kepentingan ini tenaga yang berperan penting adalah sel surya. Sel surya inilah yang ada pada satelit jumlahnya tidak tak terbatas. Jika ada kerusakan sel surya atau habis masa pakainya (life time), maka habislah umur satelit ini. Dari uraian di atas, maka umur satelit ditentukan oleh ketahaan sel surya yang terpasang. Pada Satelit PALAPA menggunakan frekuensi 6 GHz untuk pancaran dari bumi ke satelit (Up link) dan 4 GHz untuk pancaran dari satelit ke bumi (Down link). Pita frekuensi yang dibawanya adalah 500 MHz terbagi dalam 12 kanal satelit (transponder). Tiap pemancar stasiun bumi dapat memancarkan gelombang pembawanya pada salah satu kanal (transponder) dengan lebar pita frekuensi sesuai kebutuhannya. Gelombang pem-bawa ini akan diterima oleh satelit kemudian diperkuat dan selanjutnya dipancarkan kembali ke bumi. Pancaran satelit ini adalah pancaran broadcast yang dapat diterima oleh semua stasiun bumi penerima di daerah liputannya. Berdasarkan sifat pancar dan terima satelit ini, maka satelit dapat menghubungkan titik dimana atau kemanapun dalam daerah lingkupannya. Hubungan yang mungkin adalah hubungan point to point, point to multipoint, multipoint to multipoint. Penentuan lokasi stasiun bumi juga sangat bebas dan dapat dipasang hanya dalam orde hari saja jika perangkatnya sudah ada. Tidak seperti pembangunan sistem terestrial yang membutuhkan waktu lama. Di samping itu permasalahan fading tidak menjadi masalah yang besar untuk komunikasi satelit.





 12. Konstruksi dan pemasangan Kabel 

    ↪ 1. Pengertian

    ↪ 2. Membedakan kabel

    ↪ 3. Menentukan Daerah/Blok

    ↪ 4. Pekerjaan Instalasi Kabel Udara

    ↪ 5. Persiapan Alat Perkakas

    ↪ 6. Pelaksanaan Penarikan


1. Pengertian
Pada bagian ini akan dijelaskan konstruksi dan cara pemasangan kabel yang dipakai dalam sistem telepon. Namun sebelumnya akan diberi penjelasan tentang seluk beluk tentang kabel itu sendiri. Kabel merupakan kum-pulan dari beberapa pasang (pair) konduktor berisolasi. Kabel yang digunakan dalam sistem telepon biasanya dengan kapasitas 5x2, 10x2, 20x2, 100x2, 1200x2,

1800x2 dan setrusnya. Kabelkabel yang demkian biasanya disebut kabel multipair. Berikut ini Contoh untuk memahami kabel multipair. Bila dikatakan suatu kabel dengan 1200x2, artinya kabel tersebut terdiri dari kawat-kawat berisolasi sebanyak 1200 pasang atau 1200x2 kawat. Bila satu kawat kabel disebut urat, jadi 1200x2 berarti mempunyai 2400 urat kabel. Urat kabel adalah kawat kabel yang berisolasi polietilen (PE) atau kertas.



2. Membedakan kabel
Kabel yang dipakai untuk saluran telepon dibedakan menjadi dua, yaitu : a. Kabel udara. Kabel ini dinamakan demi-kian karena memang dalam pemasangannya berada di atas tanah (udara) atau dipasang pada tiang.



b. Kabel tanah
Kabel ini ditanam langsung
bawah tanah. Pemasangannya tanah digali untuk
tempat kabel ditanam.



Selain kabel ditanam langsung dalam tanah, ada cara lain untuk menempatkan kabel tersebut, yaitu dengan dimasukkan pada duct. Duct adalah kumpulan dari beberapa polongan-polongnan pipa (biasanya paralon) yang dicor dengan dengan semen. Arah memanjang merupakan jalur dan setiap jarak tertentu diberi ruangan manhole. Ruangan ini adalah sebagai tempat kerja.



Berikut ini adalah gambar penampang manhole yang dipakai sebagai tempat untuk memasukkan kabel, mem-perbaiki, memasang dan seba-gainya. Orang yang bekerja masuk dalam manole tersebut. Apabila pekerjaan terkait dengan kabel telah selesai, maka manole ditutup dengan beton yang cor pula.




Sebagai ruang kerja, manhole harus cukup longgar untuk ukuran manusia normal. Gambar di bawah ini merupakan penampang manhole.




3. Menentukan Daerah/Blok
Dalam menentukan daerah penarikan kabel telepon, baik
yang lewat udara maupun akan di
tanam di bawah tanah, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
a. Daerah catuan langsung, ini
merupakan area yang berdekatan sekali disekitar sentral
telepon. Apabila ter-jangkau,
maka dapat dicatu langsung.
b. Daerah dekat rumah kabel
c. Daerah dekat dengan titik
pembagi
d. Daerah sentral lokal, antara
sentral sat dengan yang lain
e. Wilayah sekitar perkotaan
yang potensial sebagai pengguna jasa teleko-munikasi.



4. Pekerjaan Instalasi Kabel Udara
Pekerjaan instalasi kabel
udara adalah pekerjaan memasang kabel telepon sebagai kabel
sekender pada tiang-tiang telepon
untuk daerah perkotaan. Pada
daerah yang tidak padat dan
berdekatan dengan sentral
telepon, kabel ini merupakan kabel
dengan catuan langsung yang
ditarik dari sentral ke titik pembagi.
 Kabel udara diinstalasi
sebagai jaringan pada daerah
yang banyak rumah dan gedung
dengan letak yang cukup jauh. Hal
ini dilakukan karena penanaman
kabel tanah secara permanen
belum dapat dilakukan.
 Tahapan-tahapan pekerjaan instalasi kabel udara dapat
dijelaskan sebagai berikut :
a. Tahapan penanaman tiang dan
pemasangan temberang (semacam kawat penarik).
b. Tahapan pemasangan alat-alat
bantu, seperti klem-klem dan
komponen lainnya.
c. Tahapan menggelar kabel
udara dan membentangkan,
serta mengatur kelenturannya.
Dalam hal ini perlu dijaga
kondisi kabel agar secara fisik
dan sifat-sifat elektriknya tidak
terganggu.
d. Tahapan penyambungan, ini
dilakukan apabila ada kabel
yang perlu disambung.
e. Tahapan terakhir adalah terminasi ujung urat-urat kabel.
Terminasi dilakukan pada klem
terminal seperti pada titik
pembagi yang ada di gedunggedung atau tiang telepon.



5. Persiapan Alat Perkakas
Sebelum pelaksanaan
pemasangan atau penarikan kabel
udara, yang perlu dipersiapkan
dengan baik adalah perlengkapanperlengkapan berikut ini.
a. Rol kabel udara, rol ini
dipasang pada tiap jarak di
mana rencana penarikan akan
dilakukan.
b. Tali penarik/tambang dengan
diameter 0,5” dengan panjang
60-70 meter, diusahakan pada
tali tidak boleh ada sambungan
karena dimungkinkan akan
menghambat pada putaran
dan aluran rol.
c. Katrol penarik, alat ini diperlukan untuk menambah
kekuatan daya tarik pada saat
dilakukan pekerjaan penarikan
kabel udara. Perlu diperhatikan
pula adalah bagaimana kabel
itu akan ditarik dari atas
ataukah dari bawah.
d. Dongkrak untuk meng-angkat
gelondong kabel. Hal ini dilakukan agar kabel dapat
terangkat kurang lebih 20 cm
di atas permukaan tanah.
e. Alat anti pulir, alat ini berfungsi
untuk menyerap puliran yang
tidak beraturan. Seperti diketahui bahwa kabel yang ditarik
akan terpulir, maka ini akan
mempengaruhi bentuk fisik
yang akibatnya bisa
berdampak pada perubahan
sifat elektrik. Untuk itu puntiran
kabel harus diatasi.

6. Pelaksanaan Penarikan
Pekerjaan ini adalah
peker-jaan yang membutuhkan
kehati-hatian dan kecermatan.
Untuk itu yang harus
diperhatikan yaitu :
a. Pada saat penarikan dilakukan, pengawas lapangan
bertanggung jawab penuh.
Setiap perintah yang
diberikan harus diperhatikan
dan tepat pelaksanaannya.
b. Setiap putaran rol pelicin
harus diperhatikan, agar
penarikan kabel menjadi
ringan.
c. Penarikan pada tikungan
tajam dilakukan dengan
mengambil jalur arah tarik di
mana panjang kabel pada
tiang-tiang lebih terlihat.
d. Kelenturan kabel perlu dijaga
sekitar 2% dari jarak
gawang.
e. Penarikan pada tikungan
harus diperhatikan putaran
rol pelicinnya, bila meleset
penarikan dihentikan dan
segera membetulkan letak
kabel.
Ada kalanya kabel yang
kurang panjang disambung.
Untuk itu perlu dilakukan
penyambungan. Alat atau
perkakas untuk pelak-sanaan
penyambungan yang diperlukan
adalah :
a. Meteran
b. Pisau pemotong /
pembelah kulit kabel
c. Pengupas isolasi urat kabel
d. Knip tang
e. Kombinasi tang
f. Crimping tool
g. Gergaji besi
h. Alat las sederhana
i. Kunci pas (wrench)


Sumber

 [1] Pramudi, dkk. 2008. Teknik Telekomunikasi jilid 1. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
 [1] Pramudi, dkk. 2008. Teknik Telekomunikasi jilid 2. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
 [1] Pramudi, dkk. 2008. Teknik Telekomunikasi jilid 3. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Download buku nya di situs Resmi BSE.







Disqus comments