TeachMeSoft: Kuliah
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

BEGINI !! Cara Menghitung IPK dan IPS (Lengkap)

BEGINI !! Cara Menghitung IPK dan IPS

Assalamualaikum teman-teman....
Siapa disini yang tidak peduli atau tidak mau ambil pusing mengenai perhitungan IPK hayo... Jika jawaban "iya" berarti kalian termasuk golongan saya yaitu "masak bodoh" 😆. Sudah 4-5 tahun saya kuliah, baru kali ini mau mengetahui cara menghitung IPK. ~Miris~

Itupun karena IPK saya lagi jeblok. Saya jadi teringat perkataan legend para senior "IPK jeblok, tetap tenang" hahaha... Eeits IPK saya jeblok bukan karena saya main-main ya teman teman, melainkan kelirunya saya dalam mengatur waktu antara belajar-bekerja-kuliah.

Walaupun begitu ternyata ada hikmanya juga yaitu kita jadi ingin mengetahui bagaimana cara menghitung IPK. Sebelum keperhitungan teman-teman pahami dulu tabel berikut :
No Nilai Peringkat Huruf Bobot Keterangan
1 85-100 A 4 Sangat baik
2 75-84 B 3 Baik
3 60-74 C 2 Sedang
4 50-59 D 1 Buruk
5 0-49 E 2 Sangat Buruk

Pengukuran keberhasilan studi mahasiswa dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP). Ada dua macam Indeks prestasi yaitu :
  1. Indeks Prestasi Semester (IP Semester)
  2. Indeks Prestasi Kumulatif (IP Kumulatif)

Indeks Prestasi Semester (IP Semestar)

Indeks ini digunakan untuk menyatakan tingkat keberhasilan studi mahasiswa dalam satu semester yang ditentukan dengan rumus:

Rumus Indeks Prestasi Semester (IP Semestar)

Contoh :
Contoh perhitungan Indeks Prestasi Semester (IP Semestar)

Berdasarkan rumus diatas, pertama-tama teman-teman kalikan dahulu SKS dengan bobot.
  1. Mata kuliah Algo, SKS 2, Nilai Huruf D, bobot 1, jadi 2 (SKS) x 1 (bobot) = 2
  2. Mata kuliah Alja, SKS 2, Nilai Huruf B, bobot 3, jadi 2 x 3 = 6
  3. Mata kuliah Met, SKS 3, Nilai Huruf A, bobot 4, jadi 3 x 4 = 12
  4. Mata kuliah Jar, SKS 3, Nilai Huruf A, bobot 4, jadi 3 x 4 = 12
  5. Mata kuliah JarP, SKS 1, Nilai Huruf A, bobot 4, jadi 1 x 4 = 4
  6. Mata kuliah Pem, SKS 2, Nilai Huruf B, bobot 3, jadi 2 x 3 = 6
  7. Mata kuliah PemP, SKS 2, Nilai Huruf C, bobot 2, jadi 2 x 2 = 4
  8. Mata kuliah Int, SKS 2, Nilai Huruf B, bobot 3, jadi 2 x 3 = 6
Kemudian Jumlahkan seluruh hasil perkalian diatas, maka akan mendapatkan nilai 52. selanjutnya jumlahkan seluruh SKS, maka akan mendapatkan nilai 17, terakhir bagi 52/17, jadi nilai IPS adalah 3,05. (Lebih lengkap silahkan perhatikan gambar diatas)


Indeks Prestasi Kumulatif (IP Kumulatif)

Indeks ini digunakan untuk menyatakan keberhasilan mahasiswa sampai dengan semester tersebut, yang ditentukan dengan rumus:

Rumus Indeks prestasi kumulatif (IP Kumulatif)

Contoh :
Contoh Perhitungan Indeks Prestasi Kumulatif (IP Kumulatif)
Semester 1 
Teman-teman mendapat total SKS x bobot = 52
dan SKS diambil = 17

Semester 2
teman-teman mendapat total SKS x bobot = 52
dan SKS diambil = 17

Jadi, teman-teman tinggal tambahkan total bobot x sks semester 1 dengan total bobot x sks semseter 2
,kemudian tambahkan juga total sks semester 1 dengan total sks semester 2 ,lalu dibagi.
hasil IPK = (52+52)/ (17+17) = 3.05
jadi IPK teman-teman adalah 3,05 (untuk lebih jelas silahkan perhatikan gambar diatas)

Bagaimana jika teman-teman mau menghitung yang semester 3,4,5 atau 8, karena kata kumulatif bersifat menambah. Maka teman-teman tinggal tambahkan kemudian bagi seperti cara diatas.


Evaluasi Studi dan Pembinaan Mahasiswa

Evaluasi studi dan pembinaan mahasiswa akan dilakukan jika:
a). IPK pada akhir semester kedua di bawah 2,00 untuk semua mata kuliah sesuai dengan kurikulum
b). Masa studi jenjang S1 melebihi 5 tahun dan D3 melebihi 4 tahun


Predikat kelulusan :
a). 2,00 ≤ IPK ≤ 2,75:-
b). 2,76 ≤ IPK ≤ 3,00 : Memuaskan
c). 3,01 ≤ IPK ≤ 3,50 : Sangat Memuaskan
d), 3,51 ≤ IPK ≤ 4,00 : Pujian


Predikat Cum laude

Gelar Latin IPK
Summa Cum Laude 3.90-4.00
Magna Cum Laude 3.80-3.89
Cum Laude 3.51-3.77

Ref : Buku Panduan Akademik (UTY)

Semester Antara, Mengulang dan Mempersingkat Masa Kuliah

Semester Antara, Mengulang dan Mempersingkat Kuliah

Assalamualaikum teman-teman...
Yang lagi galau karena kuliahnya harus mengulang lagi siapa hayo... atau yang kebelet ingin cepat Wisuda siapa ?... Gampang solusinya adalah Semester Antara.

Apa itu Semester Antara ?

Semester Antara adalah Semester yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memperpendek masa studi mahasiswa maupun memperbaiki nilai dalam rangka meningkatkan IPK.

Semester Antara diselenggarakan diantara 2 tahun akademik yaitu diantara semester Genap dan Semester Ganjil

Jumlah maximum SKS yang dapat ditempuh disemester Antara adalah 9 SKS, berlaku untuk mata kuliah baru dan mengulang.

Ketentuan pengambilan SKS mata kuliah baru adalah sebagai berikut :
No IPK Batas Pengambilan MK Baru*)
1 3,51 - 4,00 9 sks
2 3,01 - 3,50 6 sks
3 ≤ 3,00 3 sks

Untuk yang mengulang dengan IPK rendah agak sedih sih, ditambah semester antara ini ada kuota dan biayanya juga mahal. Perkuliahan sendiri dilakuan setiap hari.

Ref : Buku Panduan Akademik (UTY)

Penjelasan Mengenai Kartu Rencana Studi (KRS)

Apa itu Kartu Rencana Studi (KRS) ?

Pengertian KRS

KRS merupakan singkatan dari Kartu Rencana Studi, dikartu inilah teman-teman akan memilih mata kuliah mana yang akan diambil untuk perkuliahan selanjutnya. Pengisian KRS dilakukan setiap awal semester sebelum masuk perkuliahan. Maximal pengambilan mata kuliah adalah 24 SKS.

Bagaimana jika lebih?, maka teman-teman harus menghapus salah satunya. Bagaimana jika hanya mengambil 1 atau 2 mata kuliah boleh tidak ? BOLEH... tapi konsekuensi teman-teman bakalan lama selesai kuliah.

Ditambah Dosen teman-teman pasti bakalan tidak setuju, kecuali teman-teman memiliki alasan yang kuat seperti ingin sambil kerja atau mata kuliah teman-teman tinggal sedikit. Perlu digaris bawahi disini bahwa yang menentukan keputusan pengambilan KRS itu diri sendiri bukan dosen. Dosen hanya meng-ACC dan memberi pencerahan serta dampak. Intinya boleh kurang dari 24 dan tidak boleh lebih dari 24.

Flashback
Pada awal-awal kuliah pengurusan KRS masih menggunakan kertas yang prosesnya sebagai berikut :
  • Mengambil kertas KRS di BO (Bagian Oprasional)
  • Kemudian menulis mata kuliah yang akan diambil dikertas tersebut
  • Terakhir temui Dosen Wali untuk ACC.
  • Finish
Metode ini banyak sekali nilai minus, salah satunya adalah sering sekali terjadi antrian panjang berjam-jam di BO, kehabisan kertas, dll.

Proses Pengurusan KRS Terbaru
Beruntung ditahun-tahun ini, peng-inputan KRS sudah menggunakan sistem web, jadi tidak perlu repot antri. Untuk prosesnya sebagai berikut :
  • Pastiin teman-teman telah membayar uang SPP tetap, jika belum, maka teman-teman tidak bisa meng-input KRS.
  • Kemudian teman-teman login kesitus (contoh : sia.uty.ac.id)
  • Input mata kuliah
  • Temui dosen untuk ACC. Dosen teman-teman akan mengecek dan menanyai2 tentang kuliah, nilai kuliah dan percintaan 😄
  • Selesai

Mahasiswa yang tidak melakukan pengisian KRS pada waktu yang telah ditentukan beresiko tidak berhak mengikuti perkuliahan dan ujian pada semester tersebut. Mekanisme Her-Registrasi dan pengisian KRS adalah sebagai berikut :
Kartu Rencana Studi
Alur Registrasi dan Perencanaan Studi


Ketentuan KRS

Beberapa ketentuan yang terkait dengan registrasi dan perencanaan studi adalah sebagai berikut :
1. Ketentuan pengambilan KRS
Dalam Sistem Kredit Semester mahasiswa diberi kebebasan secara terbatas dalam menentukan beban studi yang akan ditempu dalam setiap semester. Jumlah beban studi pada suatu semester ditentukan dengan memperhatikan prestasi studi atau Indeks Prestasi (IP) semester sebelumnya. Adapun ketentuan pengambilan SKS per semester adalah sebagai berikut :
No Indeks Prestasi (IP) Semester Maksimum SKS
1 0,00 - 1,00 14
2 1,01 - 2,00 16
3 2,01 - 2,50 18
4 2,51 - 3,00 20
5 3,01 - 3,50 22
6 3,51 - 4,00 24*)

2. Pengisian KRS mahasiswa setelah Cuti Akademik/Aktif kuliah kembai.
a). Menyelesaikan Urusan Aktif Kuliah kembali di Bagian Operasional Fakultas.
b). Melunasi semua kewajiban keuangan yang telah ditetapkan.
c). Membawa kartu Yudisium atau Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir.
d). Melakukan pengisian KRS sesuai jadwal yang telah ditentukan
e). Meminta persetujuan KRS kepada dosen pembimbim akademik

3. Ketentuan tentang keterlambatan KRS
Bagi Mahasiswa tidak melakukan KRS hingga batas akhir periode, maka masih diberi kesempatan melakukan pengisianKRS dengan ketentuan pengambilan SKS sebagai Berikut :
No Keterlambatan Sampai Dengan Jumlah Pengurangan SKS dan Yang Seharusnya Dapat Diambil
1 2 hari kerja 2 SKS
2 4 hari kerja 4 SKS
3 6 hari kerja 6 SKS


Peran Dosen Wali

Dosen Wali adalah dosen yang diberi tugas untuk membimbing mahasiswa baik dalam kegiatan akademik maupun non akademik selama kuliah.

Mahasiswa dapat melakukan bimbingan sesuai jadwal yang telah ditentukan atau kesepakatan antara dosen wali dengan mahasiswa. Bimbingan dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung.

Dosen wali berperan dalam pengarahan mahasiswa dalam hal pemilihan mata kuliah, pemilihan konsentrasi studi dan penyelesaian masalah akademik lainnya.

Ref : Buku Panduan Akademik (UTY)

Penjelasan Mengenai Sistem Kredit Semester (SKS)

Apa itu Sistem Kredit Semester (SKS) ?

Assalammualaikum teman-teman....
Ada beberapa Isilah-istilah perkuliahan yang belum familiar ditelinga kita, Salah satunya adalah SKS. SKS disini bukan Sistem kebut Semalam melainkan Satuan Kredit Semester. Perlu teman-teman ketahui bahwa Politeknik dan Universitas memiliki sistem perkuliahan yang berbeda.

Salah satu contoh di Politeknik teman-teman akan melakukan perkuliahan seperti layaknya sekolah dulu, maksudnya semua SKS, modul, praktek, modul dll, telah ditentukan dan diatur pihak Politeknik, jadi lebih enak dan ngak perlu repot-repot, tentunya ada plus dan minusnya, sedangkan di Universitas menggungkan sistem SKS. Apa itu SKS mari kita simak penjelasan berikut :

Apa itu Satuan kredit Semester (SKS) ?

Satuan kredit Semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu.

Satuan kredit Semester (SKS) ini juga digunakan untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

Semester merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif paling sedikit 16 minggu termasuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).


Karakteristerk Sistem Kredit Semester

Sistem kredit semester memiliki karakteristik pokok sebagai berikut :
  1. Tidak dikenal istilah kenaikan kelas atau tingkat pada setiap tahun akademik.
  2. Komposisi dan banyaknya mata kuliah yang ditempuh pada setiap semester dan bobot SKS yang diambil tidak harus sama antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa lainya, kecuali untuk mahasiswa baru semester pertama berupa paket mata kuliah yang sudah ditentukan demi untuk memudahkan mahasiswa.
  3. Banyaknya SKS yang ditempuh atau diambil oleh seorang mahasiswa pada semester tertentu ditentuntukan oleh prestasi pada semester sebelumnya yang ditunjukan oleh indeks prestasi (IP) semester. Beban belajar mahasiswa setelah 2 (dua) semester pada tahun akademik yang pertama dapat mengambil maksimum 24 SKS per semester pada semester berikutnya.


Keunggulan Sistem Kredit Semester

Sistem kredit semester memiliki keunggulan sebagai berikut:
  1. Mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi berkesempatan menyelesaikan studinya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  2. Dalam bata-batas tertentu mahasiswa memiliki kesempatan untuk memilih kegiatan belajar (pola pengambilan mata kuliah) yang paling sesuai dengan minat, bakat, dan kesempatan masing-masing.

Ref : Buku Panduan Akademik (UTY)

TERUNGKAP !! Begini Cara Dosen Mengecek Tugas atau Laporan Mahasiswa



Assalamualaikum teman-teman...
Sebenarnya saya tidak terlalu memperdulikan bagaimana cara Dosen mengecek tugas para mahasiswanya, yang saya pikirkan hanya kumpulin tugas dan istirahat, tapi suatu ketika ada mata kuliah yang saya ikuti membahas salah satu cara dosen mengecek tugas/ laporan mahasiswanya.

Wah !... Menarik ini, disni saya mulai berfikir dan bertanya-tanya, "oh iya ya...Kenapa ada mata kuliah praktek A meminta laporan hasil print dan soft file sedangkan dilain sisi ada juga mata kuliah praktek B yang hanya meminta soft file saja".

Saya mulai terngiang-ngiang dan akhirnya terjawablah sudah...Jadi, begini teman-teman... sependek pengetahuan saya, rata-rata Dosen yang ber-background IT banyak menggunakan teknik ini, Eeeiitss....tungu dulu, bukan cuma dosen IT saja, dosen dari jurusan lain juga banyak menggunakan teknik ini.

Pertama, tugas teman-teman yang sudah terkumpul tersebut akan di cek melalui software pengelolah dokumen seperti Microsoft Word. Untuk mengeceknya Buka Word ⇒ File ⇒ Info.


Perhatikan gambar diatas, dibagian Info inilah tugas teman-teman akan kelihatan semuanya.
  1. Kolom no 1, berisikan informasi antara lain : 17 halaman, 1963 kata dan total waktu editing 424 menit, jika dikonversi ke jam akan menjadi 7,06 jam. Contoh apabila dengan jumlah kata yang sama, kemudian dengan total waktu editing-nya hanya 3-5 menit, bisa disimpulkan tugas teman-teman 100% mencurigakan alias bisa ketebak Copy-paste or Plagiarism.
  2. Kolom no 2, disini terdapat informasi waktu dari awal teman-teman membuat dokumen sampai waktu memodifikasinya.
  3. Kolom no 3, berisi tentang informasi pembuat dokumen, biasanya nama pembuat dokumen pertama kali tidak bisa diganti dan disini jugalah Dosen menemukan nama Last Modified By yang berganti-ganti.
Dari informasi diatas apa yang teman-teman pikirnya ketika menemukan informasi seperti gambar dibawah ini ?... teman-teman pasti akan berfikir ini 100% Copy-paste or Plagiarism.


Solusinya :
  • Total Editing Time, teman-teman bisa membuat waktu semakin lama, dengan cara tidak menutup file tersebut saat selesai editing, karena semakin lama dokumen terbuka maka semakin lama pula waktu editing-nya.
  • Relate Date, mengekor dari waktu diatas.
  • Related People, karena author-nya tidak bisa diganti, teman-teman bisa mengubahnya dengan cara buka dokumen baru dan copy file ke dokumen baru tersebut. dengan begitu Last Modified by tidak bisa membacanya.


PENTING ! 
  • Cara ini hanyalah salah satu cara Dosen mengecek tugas/ laporan para mahasiswanya, tentunya masih banyak lagi cara-cara yang lain.
  • Gunakan pengetahuan diatas bukan untuk CURANG.

Istilah Dan Biaya-biaya Yang Ada di Dunia Perkuliahan

Istilah Dan Biaya-biaya Yang Ada di Dunia Perkuliahan

Assalamaualaikum teman-teman...
Disaat kita masih duduk dibangku sekolah pasti sering mendengar istilah SPP. SPP ini merupakan pembayaran perbulan yang telah ditentukan nominalnya, biasanya dibayar persemester. Ketika sudah Kuliah, teman-teman tidak hanya berjumpa SPP saja tapi ada istilah dan biaya yang harus teman-teman bayar dan ketahui.

Nah... Secara Umum biaya-biaya tersebut antara lain :
  1. Sumbangan Pengembangan Akademi (SPA)
    SPA ini biasanya uang yang harus kamu bayar saat kamu telah diterima di Universitas tersebut. Nominalnya tentu berbeda-beda tergantung jurusan yang kamu ambil. SPA untuk jurusan saya adalah Rp. 7.800.000, wah mahal banget, jangan kawatir kita masih diperbolehkan angsur kok dengan waktu yang telah ditentukan. Lebih jelasnya kamu bisa liat pada gambar berikut
    Sumbangan Pengembangan Akademi (SPA)
  2. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
    SPP ini merupakan biaya administratif pendidikan yang besarnya tetap selama masa kuliah. SPP sendiri dibayar persemester.
  3. SPP Variabel 
    merupakan biaya operasional perkuliahan yang besaranya sesuai dengan beban perkuliahan yang diambil oleh mahasiswa setiap semester
    Contoh :
    Pada gambar diatas telah ditentukan SPP Variabel Rp.175.000 x Jumlah sks yang diambil
    disini saya mengambil 21 SKS, maximum nya adalah 24 SKS
    jadi Rp.175.00 x 21 SKS = 3675000
    total SPP Variabel yang harus dibayar adalah Rp. 3.675.000
  4. Biaya operasional khusus lainya Seperti praktikum, studio, kerja praktik, tugas akhir, dana kesehatan, wisuda dan lain-lain. mekanismen dan besaranya biaya ditentukan tersendiri. Adapun saat praktikum biasanya kita membayar modul sekitar 50-100rb tergantung mata kuliah tersebut.

Untuk pembayaran SPP tetap dilakukan setiap awal semester, sedangkan pembayaran SPP Variabel biasanya dilakukan setiap menjelang UTS. 

Mengenai pembayaran, tergantung dari kampus teman-teman menggunakan kebijakan apa...
biasanya pembayaran di center bank yang ada diwilayah kampus, jika teman-teman membayar diluar wilayah tersebut, maka teman-teman harus menyertakan bukti pembayaran dan harus bergegas ke bagian keuangan untuk konfirmasi pembayaran.

Bukti pembayaran jangan sampai hilang, kalau bisa di scan dan simpan dilaptop untuk berjaga-jaga.

Terkadang di Universitas lain membolehkan membayar diluar wilayahnya. Pembayaran uang SPP harus dibayar lunas sekaligus, tidak boleh kurang, kalau kurang otomatis pembayaran tidak diterima. Alhasil teman-teman harus berurusan dengan orang-orang bagian keuangan.

Kesimpulan

  1. Saat kuliah di Universitas Swasta, teman-teman akan menemui betapa sulitnya mengurus perihal uang, apalagi jika teman-teman telat membayar, berbeda saat teman-teman kuliah di Negeri pasti lebih enak saat bernegosiasi.
  2. Metode yang digunakan Universitas swasta sangat ampuh kenapa ?... Karena saat teman-teman tidak membayar SPP maka teman-teman tidak bisa meng-Input KRS (Kartu Rencana Studi), Untuk bisa mengurus ini teman-teman harus ke bagian keuangan, saat kebagian keuangan teman-teman akan menemuai orang-orang yang super duper sibuk dan terkadang memberikan ketidak jelasan, dan apabila teman-teman tidak membayar SPP Variabel, maka konsekuensinya teman-teman bakalan susah mendapat kartu UTS, untuk mengurus ini biasanya harus membuat surat pernyataan bermatrai.
  3. Semakin lama teman-teman kuliah, maka teman-teman akan terbebani dengan biaya SPP
  4. Semakin banyak teman-teman mengambil mata kuliah, maka SPP Variabel akan semakin besar, keuntungannya waktu kuliah akan semakin singkat dan kekurangannya kamu akan sedikit tidur dan nongkrong.
  5. Usahakan di kos/ kontrakanmu ada kalender yang telah teman-teman tanda untuk pengingat atau teman-teman bisa menggunakan aplikasi/alarm di smartphone.
  6. Semua informasi ini balik lagi ke pada kebijakan masing-masing Universitas, terkadang Universitas menerapkan kebijakan yang berbeda-beda. 
  7. Apabila teman-teman bingung mengenai perkuliahan jangan sungkan untuk datang ke Bagian Operasional (BO) untuk menanyakan perihal kuliah atau teman-teman bisa menanyai langsung pada dosen pembimbing (ini tidak disarankan, dikarenakan dosen terkadang super sibuk).

Ref : Buku Panduan Akademik (UTY)